Perkuat Kesiapsiagaan,Kepala MIN 2 Bantul Ikuti Sosialisasi Penghargaan Pengelolaan Informasi Publik

Admin MIN 2 Bantul - MIN 2 Bantul
30 September 2026

Caption : Perkuat Kesiapsiagaan, Kepala MIN 2 Bantul Ikuti Sosialisasi Penghargaan Pengelolaan Informasi Publik Kebencanaan


BANTUL – Kepala MIN 2 Bantul, Yuhrotul Mardhiyah, mengikuti kegiatan Sosialisasi Penghargaan Pengelolaan Informasi Publik Kebencanaan secara daring pada Rabu (30/9/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Apresiasi dan Penguatan Pengelolaan Informasi Kebencanaan Madrasah dengan tema “Informasi Siap, Madrasah Tanggap, Warga Madrasah Selamat.”

Program tersebut diselenggarakan sebagai upaya membangun budaya pengelolaan informasi kebencanaan yang terbuka, terstruktur, responsif, dan berkelanjutan di lingkungan madrasah melalui sinergi Komisi Informasi Daerah (KID) DIY, BPBD DIY, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.

Kegiatan ini diarahkan untuk memetakan kesiapan pengelolaan informasi kebencanaan pada madrasah sekaligus meningkatkan kapasitas Tim Siaga Bencana. Madrasah juga didorong memiliki informasi dasar kebencanaan yang mudah diakses serta mekanisme komunikasi yang jelas ketika terjadi kondisi darurat.

Selain itu, program tersebut mendorong tersedianya SOP atau rencana kedaruratan yang sederhana dan operasional, peningkatan pelaksanaan simulasi kebencanaan, serta penguatan komunikasi antara madrasah dengan orang tua atau wali murid. Aspek kebutuhan kelompok rentan juga menjadi perhatian dalam membangun sistem kesiapsiagaan di lingkungan madrasah.

Kepala MIN 2 Bantul, Yuhrotul Mardhiyah, menyampaikan bahwa pengelolaan informasi kebencanaan merupakan bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan tanggap.

“Informasi kebencanaan perlu dikelola dengan baik agar seluruh warga madrasah mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat. Kesiapan informasi dan komunikasi menjadi bagian penting dalam memberikan perlindungan kepada warga madrasah,” ungkap Yuhrotul.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Abd Suud, menyampaikan bahwa pengelolaan informasi kebencanaan berkaitan erat dengan pelayanan kepada masyarakat.

“Ini merupakan bentuk pelayanan publik,” ujar Abd Suud.

Melalui kegiatan tersebut, madrasah diharapkan mampu memperkuat sistem komunikasi kebencanaan sekaligus membangun jejaring dengan BPBD, KID, kalurahan, orang tua atau wali murid, serta pihak terkait lainnya. Dengan informasi yang siap dan sistem yang terstruktur, madrasah diharapkan semakin tanggap dalam menghadapi potensi bencana.

Program ini juga memberikan ruang apresiasi bagi madrasah yang telah membangun praktik baik dalam pengelolaan informasi publik kebencanaan. Praktik tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lain dalam mewujudkan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan.

“Informasi Siap, Madrasah Tanggap, Warga Madrasah Selamat.”