Caption : MIN 2 Bantul Tanamkan Karakter Religius dan Cegah Bullying
Bantul (MIN 2 Bantul) – Memasuki hari kedua pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026, MIN 2 Bantul mengawali kegiatan dengan pembiasaan ibadah dan edukasi karakter pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini diikuti oleh seluruh murid kelas 1-6 dengan penuh antusias.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Duha berjamaah yang dipimpin oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Ahmad Furqon. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti pembacaan Asmaul Husna dan Shalawat Busyro yang dipandu oleh Evi Yulia Rahmawati, kemudian dilanjutkan pembacaan surat-surat pendek Al-Qur'an yang dipimpin oleh Zulfa 'Afifah. Melalui pembiasaan tersebut, madrasah menanamkan nilai-nilai religius sebagai bekal bagi murid dalam menjalani proses pembelajaran.
Setelah kegiatan keagamaan, peserta MATAMUDA mengikuti sosialisasi dari KPAI Bantul yang dilaksanakan di aula madrasah. Sosialisasi menghadirkan Nurjanah sebagai narasumber dengan materi tentang pencegahan perundungan (bullying), pentingnya saling menghormati, serta menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Dalam paparannya, Nurjanah menjelaskan bahwa bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti tindakan fisik, ucapan yang menyakitkan, pengucilan, maupun melalui media sosial. Ia mengajak seluruh siswa untuk berani bersikap baik, menghargai perbedaan, tidak menjadi pelaku maupun penonton bullying, serta segera melaporkan kepada guru apabila mengetahui atau mengalami tindakan perundungan. "Madrasah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi semua anak. Jangan takut untuk berbicara kepada guru atau orang tua apabila mengalami atau melihat tindakan bullying. Dengan saling menghormati dan peduli, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman," ujar Nurjanah.
Sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Para siswa mengajukan berbagai pertanyaan mengenai cara menghadapi bullying, menjaga pertemanan yang sehat, serta langkah yang harus dilakukan apabila melihat teman menjadi korban perundungan.
Kepala MIN 2 Bantul, Yuhrotul Mardhiyah, menyampaikan bahwa pembiasaan ibadah yang dipadukan dengan edukasi perlindungan anak merupakan bagian dari upaya madrasah dalam membentuk karakter murid sejak hari pertama mereka mengenal lingkungan madrasah. "Melalui MATAMUDA, kami tidak hanya mengenalkan lingkungan madrasah kepada murid, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan, akhlak mulia, dan budaya saling menghargai. Harapan kami, seluruh siswa dapat belajar dengan aman, nyaman, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan berprestasi," tutur Yuhrotul Mardhiyah.
Kegiatan hari kedua MATAMUDA ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki semangat belajar, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama, menjunjung tinggi sikap saling menghormati, dan bersama-sama mewujudkan MIN 2 Bantul sebagai madrasah yang ramah anak dan bebas dari bullying. (Zul)