Caption : Pemetaan siswa
Bantul (MIN 2 Bantul) – MIN 2 Bantul melaksanakan Seleksi Pemetaan BTAQ dan Tahfidz bagi siswa kelas I hingga IV pada Rabu–Kamis, 15–16 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan kemampuan baca tulis Al-Qur'an (BTAQ) dan tahfiz siswa sebagai dasar pembinaan serta penempatan dalam program ekstrakurikuler BTAQ dan Tahfidz.
Seleksi untuk kelas IV dilaksanakan pada Rabu, 15/7/2026 pukul 10.00–11.00 WIB. Kelas IVA diuji oleh Ibu Zulfa, Ibu Evi, dan Ibu Atmi, sedangkan kelas IVB diuji oleh Bapak Furqon, Bapak Huda, dan Bapak Didik.
Sementara itu, seleksi bagi kelas I, II, dan III dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 07.00–08.00 WIB. Tim penguji terdiri atas Bu Evi dan Bu Fiki untuk kelas IA, Ibu Halim, Ibu dan Ibu Nurul untuk kelas IB, Ibu Anna dan Ibu Zulfa untuk kelas IIA, Ibu Anjar dan Ibu Alifa untuk kelas IIB, Bapak Didik S. dan Bapak Huda untuk kelas IIIA, serta Bapak Furqon dan Ibu Wulan untuk kelas IIIB.
Kepala MIN 2 Bantul, Yuhrotul Mardhiyah, menyampaikan bahwa kegiatan pemetaan ini merupakan langkah awal untuk mengetahui kemampuan dasar setiap siswa sehingga pembinaan BTAQ dan Tahfidz dapat dilaksanakan secara lebih terarah. "Melalui seleksi pemetaan ini, madrasah dapat mengetahui kemampuan awal siswa dalam membaca Al-Qur'an dan menghafal. Hasilnya akan menjadi dasar dalam menyusun program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa sehingga potensi mereka dapat berkembang secara optimal," ujar Yuhrotul Mardhiyah.
Untuk jenjang kelas atas (kelas IV, V, VI) metode seleksi disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) materi tahfiz pada setiap jenjang. Sebagai contoh, untuk kelas IV, materi diambil dari target hafalan semester 1, yaitu QS. Al-Insyirah hingga QS. Al-Fajr, dan semester 2, yaitu QS. Al-Ghasyiyah hingga QS. Al-Insyiqaq. Untuk jenjang kelas bawah diuji berdasarkan bacaan siswa.
Dalam pelaksanaannya, siswa diminta menghafalkan satu surat yang relatif pendek, seperti QS. At-Tariq (minimal 10 ayat), dengan waktu persiapan sekitar 30 menit. Sebelum menghafal, penguji membacakan ayat-ayat dengan bacaan yang benar, kemudian siswa menirukan bersama sebanyak tiga hingga lima kali. Setelah itu, siswa menghafal secara mandiri sebelum menyetorkan hafalannya kepada penguji.
Melalui metode tersebut, tim penguji dapat melihat kemampuan alami siswa dalam menerima dan menghafal materi baru tanpa harus menuntut hafalan yang sempurna. Hasil seleksi ini diharapkan mampu memberikan gambaran kemampuan tahfiz setiap siswa sehingga pembinaan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Seluruh hasil seleksi selanjutnya dikumpulkan kepada Pak Huda untuk ditindaklanjuti sebagai dasar penentuan peserta ekstrakurikuler BTAQ dan Tahfidz di MIN 2 Bantul. Dengan adanya pemetaan ini, madrasah berharap program pembelajaran Al-Qur'an dapat berjalan lebih efektif dan mampu meningkatkan kualitas baca tulis Al-Qur'an serta hafalan siswa sesuai kemampuan dan potensinya.