Caption : Pengajian rutin MIN 2 Bantul
Bantul (MIN 2 Bantul) – Pengajian Ahad Legi yang digelar di aula MIN 2 Bantul pada Ahad (11/10/2026) menghadirkan Ustaz Musta’in Ahmad Marzuqi sebagai penceramah. Dalam pengajian tersebut, jamaah diajak memahami berbagai amalan untuk menenangkan hati, meraih kebahagiaan, serta menjalankan ikhtiar spiritual orang tua dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Musta’in menyampaikan enam perkara yang dinisbatkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib sebagai jalan untuk menghilangkan kesedihan dan menenangkan hati. Keenam perkara tersebut meliputi mendengarkan nasihat ulama, menyimak bacaan Al-Qur’an, berkumpul bersama teman-teman yang baik, menikmati kehijauan pepohonan dan keindahan alam, duduk di dekat aliran air sambil mendengarkan gemericiknya, serta mengambil pelajaran (i’tibar) dari ujian dan musibah yang dialami diri sendiri maupun orang lain.
Pesan tersebut mengingatkan jamaah bahwa ketenangan hati dapat diupayakan melalui kedekatan dengan Al-Qur’an, lingkungan pergaulan yang baik, menikmati ciptaan Allah, serta kemampuan memetik hikmah dari setiap peristiwa kehidupan.
Belajar Kebahagiaan dari Kehidupan Anak-Anak
Ustaz Musta’in juga mengangkat pemikiran Imam Al-Ghazali tentang pelajaran kehidupan yang dapat diambil dari anak-anak untuk meraih kebahagiaan dan mengurangi kesedihan serta ketakutan.
Beberapa sikap yang dapat diteladani antara lain tidak berlebihan dalam mengkhawatirkan rezeki dengan memperkuat tawakal kepada Allah, bersabar ketika sakit tanpa berkeluh kesah kepada-Nya, senang berbagi dan makan bersama, menangis ketika merasa bersalah atau takut sebagai bentuk kelembutan hati, serta segera berbaikan dan saling memaafkan setelah bertengkar.
Melalui pesan tersebut, jamaah diajak membangun hati yang sederhana, mudah bersyukur, tidak larut dalam kekhawatiran, dan senantiasa menjaga hubungan baik dengan sesama.
Riyadhoh Orang Tua untuk Kesalehan Anak
Selain membahas ketenangan hati, pengajian Ahad Legi kali ini juga menyoroti pentingnya riyadhoh, yakni latihan spiritual melalui ibadah dan doa, sebagai bentuk ikhtiar orang tua dalam mendidik anak.
Ustaz Musta’in menyampaikan beberapa amalan yang dapat diupayakan orang tua sesuai dengan harapan dan doa bagi anak-anaknya.
Untuk memohon agar anak tumbuh cerdas, orang tua dapat membiasakan puasa sunah, termasuk puasa pada hari kelahiran anak. Sementara itu, untuk memohon agar anak memperoleh derajat yang tinggi dan kemuliaan, orang tua dapat memperbanyak sedekah dengan niat mendoakan kebaikan bagi anak, termasuk pada hari kelahirannya.
Adapun untuk memohon agar anak memahami hukum-hukum syariat serta tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah, orang tua dianjurkan memperbanyak salat sunah. Agar anak tumbuh istiqamah dalam kebaikan, orang tua juga perlu membiasakan doa dan senantiasa mendoakan anak setiap kali melihatnya.
Pesan ini menegaskan bahwa pendidikan anak tidak hanya dilakukan melalui nasihat dan pendampingan sehari-hari, tetapi juga melalui keteladanan, kesungguhan beribadah, sedekah, serta doa yang terus dipanjatkan kepada Allah Swt.
Pengajian Ahad Legi tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa ketenangan hidup perlu diupayakan melalui kedekatan kepada Allah, pembiasaan akhlak mulia, dan kesungguhan dalam mendidik generasi penerus. Dengan menguatkan ikhtiar lahir dan batin, orang tua diharapkan mampu mendampingi anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam.