Caption : Narasumber memberikan arahan kepada peserta pelatihan koding dan AI
Bantul (MIN 2 Bantul) – Dua guru MIN 2 Bantul, Kurrotu’aini Nurul Ma’rifah dan Yanis Retnaning Wulan, kembali mengokohkan langkahnya dalam transformasi digital melalui pelaksanaan Pelatihan Koding dan Artificial Intelligence (AI) Tahap 2. Kegiatan yang berlangsung di aula MIN 1 Yogyakarta (20/5/2026) ini berfokus pada praktik langsung (hands-on) mendesain perangkat pembelajaran otomatis serta memproduksi media ajar interaktif berbasis teknologi masa depan.
Pelatihan Tahap 2 ini merupakan kelanjutan dari program literasi digital madrasah yang telah diinisiasi sebelumnya. Jika pada tahap awal para guru baru mengenal konsep dasar, pada tahap kedua ini fokus beralih sepenuhnya pada aspek implementasi praktis di dalam ruang kelas. Dalam sesi intensif ini, dua guru MIN 2 Bantul dipandu untuk mengintegrasikan alat bantu AI dan logika koding ke dalam kurikulum harian melalui dua fokus utama:
Pertama Desain Pembelajaran Berbasis AI: Guru mempraktikkan cara menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), modul ajar, rubrik penilaian, hingga lembar kerja peserta didik (LKPD) secara cepat dan akurat menggunakan perintah tingkat lanjut (advanced prompt) pada platform AI generatif.
Kedua, Produksi Media Ajar Berbasis Koding: Para peserta merancang media pembelajaran visual berbentuk animasi, kuis interaktif, dan gim edukatif menggunakan blok koding visual seperti Scratch. Metode ini dirancang agar guru dapat mengajarkan konsep berfikir komputasional kepada siswa sejak dini secara menyenangkan.
Kepala MIN 2 Bantul, Yuhrotul Mardhiyah, menyatakan bahwa penguasaan teknologi ini bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan wajib. "Melalui pelatihan Tahap 2 ini, kami ingin memastikan bahwa efisiensi kerja guru meningkat pesat. Waktu yang biasanya habis untuk menyusun administrasi kini bisa dialihkan untuk mendampingi siswa secara lebih personal dan kreatif," ungkapnya di sela-sela memantau praktik guru.
Pelatihan ditutup dengan sesi presentasi karya, di mana setiap guru berhasil mendemonstrasikan satu modul ajar digital lengkap dengan media interaktif yang siap diterapkan pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pekan depan.
Dengan terlaksananya pelatihan Tahap 2 ini, MIN 2 Bantul semakin memantapkan posisinya sebagai madrasah pionir yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital guna mencetak generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. (KNM)