Wukuf di Arafah, Murid MTsN 2 Bantul Menyimak Khutbah Arafah dengan Khusyuk

Admin MTsN 2 Bantul - MTsN 2 Bantul
05 October 2026

Caption : Mirid MTsN 2 Bantul Khusyuk Simak Khutbah Wukuf (dok: Eni).

Boyolali, 2 Oktober 2026 — Setelah mempraktikkan tawaf, sa’i, dan tahallul, rangkaian pembelajaran manasik haji murid kelas IX MTsN 2 Bantul di Wisata Edukasi Religi (WER) Qolbu, Boyolali, berlanjut pada wukuf di Arafah. Tahapan ini menjadi kesempatan bagi murid untuk mengenal lebih dekat salah satu bagian terpenting dalam pelaksanaan ibadah haji.

Dalam praktiknya, wukuf dilaksanakan dengan berada di Padang Arafah pada waktu yang telah ditentukan, yaitu pada 9 Dzulhijjah, sejak tergelincirnya matahari hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah. Wukuf bukan sekadar berada di suatu tempat, tetapi menjadi momentum untuk memperbanyak doa, zikir, istigfar, dan memohon ampun kepada Allah Swt. Di kawasan miniatur Arafah, murid MTsN 2 Bantul diajak memahami bahwa wukuf merupakan puncak dari rangkaian ibadah haji, serta menjadi pembelajaran tentang pentingnya berhenti sejenak dari kesibukan dunia, melakukan introspeksi, mengakui kekurangan diri, serta mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Kegiatan berikutnya setelah melaksanakan sholat Dzuhur adalah mengikuti sekaligus menyimak Khutbah Arafah yang disampaikan oleh mutowwif manasik, Eni Munawaroh. Di hadapan para murid, Eni menjelaskan bahwa wukuf memiliki makna yang sangat mendalam bagi setiap jemaah haji. Menurutnya, Arafah menjadi tempat terbaik untuk merenung dan memohon ampun atas segala kesalahan yang telah diperbuat. Anak-anak tampak menyimak penyampaian khutbah tersebut dengan penuh kekhusyukan dan perhatian.

“Wukuf mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, bermuhasabah, memperbanyak doa, dan memohon ampun kepada Allah. Anak-anak perlu memahami bahwa ibadah haji bukan hanya tentang mengikuti gerakan, tetapi juga tentang perubahan sikap dan hati,” ucap Eni di hadapan para peserta didik yang duduk menyimak dengan khusyuk.

Suasana di area miniatur Arafah tampak semakin khidmat tatkala seluruh murid MTsN 2 Bantul menyimak rangkaian khutbah dan arahan dengan tertib. Melalui penyimakan khutbah ini, murid diharapkan mampu menangkap pesan bahwa ibadah haji mengandung banyak nilai kehidupan. Setelah belajar ketundukan melalui ihram, perjuangan melalui sa’i, dan melepaskan kesombongan melalui tahallul, wukuf mengajak mereka untuk melakukan introspeksi diri. Dengan begitu, setiap tahapan manasik tidak berhenti sebagai praktik ritual semata, melainkan menjadi pembelajaran karakter yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

(Een)