Caption : Perjalanan murid madrasah
Perjalanan Manasik Haji MTsN 2 Bantul, Belajar Khusyuk dan Disiplin Sejak dalam Perjalanan
Bantul -- Perjalanan menuju Boyolali menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan manasik haji murid kelas IX MTsN 2 Bantul, Rabu (30/9/2026). Sebanyak 148 murid bersama para pendamping berangkat menuju lokasi manasik dengan penuh semangat.
Dalam perjalanan tersebut, MTsN 2 Bantul bekerja sama dengan Bus UGO sebagai sarana transportasi yang mengantarkan rombongan menuju tempat pelaksanaan manasik haji di Boyolali.
Perjalanan tidak hanya dimanfaatkan untuk menuju lokasi, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang bernilai ibadah. Rombongan singgah di Masjid Agung Al-Aqsa Klaten. Di masjid tersebut, murid melaksanakan salat Duha dan salat Safar sebelum melanjutkan perjalanan.
Suasana perjalanan juga menjadi kesempatan bagi madrasah untuk menanamkan kedisiplinan dan mengajak murid lebih fokus mengikuti kegiatan.
Salah satu bentuk pembiasaan yang diterapkan adalah mengumpulkan telepon seluler selama perjalanan dan kegiatan manasik.
Kebijakan tersebut bukan semata-mata untuk membatasi penggunaan teknologi, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran agar murid mampu mengendalikan diri dan memberikan perhatian penuh terhadap kegiatan yang sedang mereka ikuti.
Tanpa sibuk dengan telepon seluler, murid diharapkan dapat lebih fokus menghayati setiap tahapan manasik haji. Mereka dapat belajar bersama teman, memperhatikan arahan guru dan pendamping, serta menikmati perjalanan sebagai pengalaman pendidikan yang berharga.
Perjalanan menuju Boyolali akhirnya dilanjutkan kembali dengan suasana tertib dan penuh semangat. Bagi murid kelas IX MTsN 2 Bantul, perjalanan ini bukan hanya berpindah dari Bantul menuju Boyolali, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar menerapkan nilai-nilai ibadah dalam kehidupan nyata.
Manasik haji pun menjadi semakin bermakna karena sejak perjalanan dimulai, murid telah diajak belajar berdoa, beribadah, disiplin, mengendalikan diri, dan menghargai waktu. Nilai-nilai inilah yang diharapkan terus terbawa, bukan hanya selama kegiatan manasik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.