Lafalkan Do'a Melihat Ka'bah Awali Tawaf Perdana MTsN 2 Bantul di Boyolali

Admin MTsN 2 Bantul - MTsN 2 Bantul
02 October 2026

Caption : Awali Towaf Perdana MTsN 2 Bantul di Boyolali Rombongan Satu Lafalkan Do'a Melihat Ka'bah (dok: Eni).

Boyolali, 30 September 2026 --- Kawasan miniatur Ka'bah di Boyolali mendadak bergemuruh oleh lantunan doa yang sarat makna. Rombongan kelas IX MTsN 2 Bantul yang dipimpin oleh Agus Purnomo selaku Ketua Rombongan (Karom 1) tampak berdiri khusyuk dalam balutan semangat tinggi, bersiap menyambut tawaf perdana mereka. Kedatangan di lokasi ini menandai babak awal dari rangkaian praktik manasik haji yang dirancang bukan sekadar simulasi seremonial, melainkan pengalaman spiritual yang mendalam bagi peserta didik.

Sebelum melangkahkan kaki mengelilingi miniatur Ka'bah untuk tawaf perdana, rombongan terlebih dahulu memanjatkan doa ketika melihat Ka'bah. Momen krusial ini dipimpin langsung oleh Agus Purnomo dengan didampingi mutawwif Eni Munawaroh. Bimbingan intensif tersebut memastikan anak-anak benar-benar bersungguh-sungguh, meresapi setiap tahapan ibadah, dan memahami adab memasuki area suci secara langsung di lapangan.

Di bawah pendampingan Eni Munawaroh, para siswa diarahkan untuk memahami posisi, alur pergerakan, dan tata cara yang benar sebelum memulai putaran. Bimbingan telaten ini membantu menjembatani teori fikih yang selama ini dipelajari di ruang kelas dengan praktik nyata. Suasana haru dan antusiasme tampak jelas di wajah para murid saat mereka bersiap mengikuti tujuh putaran tawaf dengan tertib dan terarah.

Agus Purnomo mengungkapkan bahwa kegiatan ini sengaja dikemas serius agar para siswa mampu menyerap esensi ibadah haji sejak dini. Melalui bimbingan mutawwif, ia berharap pengalaman di miniatur Ka'bah Boyolali ini dapat menanamkan kesungguhan, memperkuat pemahaman tata cara ibadah, serta meninggalkan kesan mendalam yang membekas dalam ingatan seluruh siswa MTsN 2 Bantul.

Praktik tawaf perdana yang diawali dengan khidmatnya doa melihat Ka'bah ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran luar kelas mampu menghidupkan kembali materi keagamaan secara kontekstual. Rombongan Karom 1 MTsN 2 Bantul sukses menunaikan awal manasik dengan tertib, membawa pulang bekal berharga berupa pengalaman ibadah autentik yang membekali jiwa dengan nilai-nilai keislaman yang kokoh.
(Een)