Caption : Murid MTsN 2 Bantul Belajar Tahallul dri Praktek Manasik Haji (dok: Eni).
Boyolali, 2 Oktober 2026 --- Setelah menuntaskan rangkaian tawaf dan sa'i, perjalanan praktik manasik haji murid kelas IX MTsN 2 Bantul di Wisata Edukasi Religi (WER) Qolbu, Boyolali, berlanjut pada tahallul. Di bawah bimbingan pendamping manasik, Ahmad Daris Musthofa, seluruh murid mempraktikkan tahallul sebagai bagian penting dalam rangkaian ibadah haji, Jumat (2/10/2026).
Tahallul dilakukan dengan memotong atau mencukur rambut. Murid laki-laki mempraktikkan halq, yakni mencukur rambut, atau taqshir dengan memendekkannya, sedangkan murid perempuan memotong sebagian ujung rambut. Praktik tersebut tidak berhenti pada gerakan fisik, tetapi menjadi kesempatan bagi mereka untuk memahami pesan yang terkandung di balik tahallul.
Bagi murid MTsN 2 Bantul, tahallul menjadi pelajaran tentang pentingnya melepaskan sifat-sifat buruk dalam diri. Rambut yang dipotong menjadi simbol untuk menanggalkan kesombongan dan keangkuhan, sekaligus mengajak setiap orang memperbaiki cara berpikir, sikap, dan perilakunya. Makna tersebut sejalan dengan materi pembelajaran Kementerian Agama yang menempatkan tahallul sebagai simbol membuang sifat sombong dan angkuh.
Kepala MTsN 2 Bantul, Isti Bandini, menyampaikan bahwa praktik manasik diharapkan tidak berhenti pada kemampuan murid mengikuti urutan ritual. Setiap tahapan perlu dipahami sebagai pembelajaran yang dapat dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari.
"Tahallul mengajarkan kita untuk melepaskan kesombongan dan memperbaiki diri. Setelah mengikuti rangkaian manasik, anak-anak diharapkan tidak hanya mengetahui tata cara ibadah haji, tetapi juga mampu mengambil nilai dan menerapkannya dalam kehidupan," ujar Isti.
Dengan demikian, tahallul menjadi penutup rangkaian praktik yang meninggalkan pesan mendalam. Setelah belajar tentang ketundukan melalui ihram, kesabaran melalui rangkaian perjalanan ibadah, serta perjuangan melalui sa'i, murid diajak memahami bahwa setiap ibadah memiliki nilai yang membentuk karakter. Tahallul mengingatkan mereka bahwa menjadi pribadi yang lebih baik berarti berani meninggalkan kesombongan, memperbaiki diri, dan membawa kebaikan setelah seluruh rangkaian ibadah selesai.
(Een)