Caption : Doc. Serahterima RKB SBSN MTsN 3 Bantul Yogyakarta
BANTUL --- Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) melalui program Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di MTsN 3 Bantul memasuki babak akhir. Serah terima kunci RKB dilaksanakan pada Jumat (02/10) dan disaksikan langsung oleh Tim SBSN serta jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Turut hadir dalam kegiatan tersebut H. Sidik Pramono, M.Si.
Serah terima kunci menjadi momentum penting bagi MTsN 3 Bantul setelah melalui rangkaian proses pembangunan hingga gedung siap dimanfaatkan. Kehadiran Tim SBSN dan Kanwil Kemenag DIY menjadi bagian dari proses pengawalan dan evaluasi pembangunan sarana pendidikan agar fasilitas yang dibangun dapat memberikan manfaat optimal bagi madrasah.
Kepala MTsN 3 Bantul, Surini, M.Pd., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselesaikannya pembangunan RKB tersebut. "Alhamdulillah, serah terima kunci ini menjadi momentum yang sangat berarti bagi MTsN 3 Bantul. Gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi merupakan amanah yang harus kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi murid," tutur Kamad Surini.
Menurutnya, kehadiran RKB baru memberikan ruang yang lebih representatif bagi madrasah untuk mengembangkan berbagai program pendidikan dan pembinaan murid. "Kami berharap ruang-ruang baru ini menjadi ruang tumbuh bagi murid. Di sinilah mereka belajar, mengembangkan potensi, membangun karakter, dan menyiapkan diri menjadi generasi yang unggul serta memiliki nilai-nilai keagamaan yang kuat," imbuhnya.
Kamad Surini juga menegaskan bahwa selesainya pembangunan RKB bukan menjadi titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru bagi madrasah untuk menjaga, merawat, dan mengoptimalkan fasilitas tersebut. "Tugas kami selanjutnya adalah memastikan gedung ini terawat dan benar-benar hidup dengan berbagai aktivitas pendidikan. Jangan sampai fasilitas yang baik tidak diiringi dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi murid," tegasnya.
Sementara itu, H. Sidik Pramono, M.Si., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan melalui program SBSN merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan madrasah. "SBSN ini pada prinsipnya adalah ikhtiar pemerintah untuk menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih baik. Setelah bangunan selesai, tentu tanggung jawab berikutnya ada pada madrasah bagaimana fasilitas ini dimanfaatkan secara optimal," ujar Sidik Pramono yang merupakan Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY.
Beliau berharap RKB yang telah dibangun tidak hanya memberikan kenyamanan dalam proses pembelajaran, tetapi juga mampu mendorong peningkatan mutu dan prestasi madrasah. "Jangan berhenti pada selesainya pembangunan. Yang lebih penting adalah bagaimana gedung ini memberi dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan, prestasi murid, dan pelayanan madrasah kepada masyarakat," pesannya.