Caption : Doc. Murid Kelas VIII Antusias Ikuti Seleksi Dewan Penggalang
BANTUL --- Menjadi pemimpin membutuhkan proses panjang yang tidak hanya dibentuk melalui pengetahuan, tetapi juga pengalaman, kedisiplinan, keberanian, dan tanggung jawab. Menyadari pentingnya proses tersebut, MTsN 3 Bantul memberikan ruang kaderisasi melalui Seleksi Dewan Penggalang yang digelar Jumat sore (02/10) di halaman madrasah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah menyiapkan kader-kader muda yang tidak hanya aktif dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesiapan mengambil peran di lingkungan madrasah maupun masyarakat. Seleksi Dewan Penggalang tidak sekadar menjadi proses memilih murid untuk mengisi kepengurusan Pramuka. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengenali sekaligus mengembangkan potensi kepemimpinan murid melalui pengalaman nyata dalam bekerja sama, berkomunikasi, menyelesaikan persoalan, mengambil keputusan, dan menjalankan tanggung jawab.
Kepala MTsN 3 Bantul, Surini, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan Pramuka memiliki manfaat strategis dalam mendukung pendidikan karakter. "Seleksi Dewan Penggalang ini bukan hanya tentang memilih siapa yang akan menjadi pengurus. Di dalamnya ada proses pendidikan. Murid belajar disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, berkomunikasi, dan berani mengambil peran. Inilah pengalaman yang sangat penting untuk membentuk karakter mereka," tutur Kamad Surini.
Menurut Kamad Surini, tujuan utama seleksi adalah membangun kader Pramuka yang mampu menjadi penggerak kegiatan sekaligus teladan bagi murid lainnya. Karena itu, murid yang terpilih nantinya diharapkan tidak berhenti pada tugas administratif organisasi, tetapi mampu menghadirkan energi positif dan menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari. "Harapan kami, Dewan Penggalang nantinya tidak hanya menjadi nama dalam sebuah kepengurusan. Mereka harus mampu menjadi penggerak, mampu memberi contoh yang baik, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap madrasah," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, murid memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kemandirian, serta keterampilan bekerja dalam tim. Seleksi juga menjadi momentum bagi murid untuk mengenali potensi diri dan belajar bahwa setiap amanah membutuhkan komitmen serta tanggung jawab. "Setiap murid memiliki potensi. Tugas madrasah adalah memberikan ruang agar potensi itu tumbuh. Melalui Pramuka, mereka belajar bahwa menjadi pemimpin bukan sekadar berada di depan, tetapi juga tentang kesediaan bertanggung jawab, melayani, dan menjadi teladan," imbuh Kamad Surini.
MTsN 3 Bantul berharap Dewan Penggalang yang terbentuk nantinya mampu menjadi organisasi yang solid, aktif, kreatif, dan berkarakter. Lebih jauh, keberadaannya diharapkan menjadi kawah kaderisasi calon pemimpin muda yang siap mengambil peran, baik di madrasah maupun di tengah masyarakat. Dengan demikian, Seleksi Dewan Penggalang menjadi bagian dari ikhtiar MTsN 3 Bantul untuk menghadirkan pendidikan yang utuh: tidak hanya mencetak murid yang berpengetahuan, tetapi juga generasi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan memiliki jiwa kepemimpinan. (MuK)