Caption : Guru Bahasa Jawa Ikuti Workshop Metode Gembira dan Asesmen dalam Pembelajaran
(MTs N 6 Bantul) – Guru Bahasa Jawa MTs N 6 Bantul, mengikuti Workshop Metode Gembira dan Asesmen dalam Pembelajaran. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat pada tanggal 1-2 Oktober 2026 di Lab. Komputer 2 MTs N 6 Bantul.
Workshop ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan strategi pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna bagi siswa. Selain metode gembira, peserta juga mendapat materi tentang penyusunan dan penerapan asesmen yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima pemaparan materi, tetapi juga berpraktik langsung. Mereka merancang kegiatan belajar yang melibatkan permainan edukatif, diskusi kelompok, dan aktivitas kreatif. Pada sesi asesmen, peserta berlatih menyusun instrumen penilaian yang tidak hanya mengukur hasil belajar, tetapi juga mendukung proses perkembangan siswa.
Menurut Farida, pembelajaran Bahasa Jawa kerap dianggap sulit dan kurang menarik oleh sebagian siswa. Karena itu, ia menilai metode gembira sangat relevan untuk diterapkan.
"Dengan suasana belajar yang menyenangkan, siswa lebih berani berbicara dan tidak takut salah saat menggunakan Bahasa Jawa. Asesmen yang tepat juga membantu saya mengetahui sejauh mana perkembangan mereka," ujarnya.
Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Bantul Sugiyono, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di kelas dan dibagikan kepada rekan guru lainnya.
"Kami mendukung penuh peningkatan kompetensi guru. Pembelajaran yang menyenangkan akan menumbuhkan semangat belajar siswa, termasuk dalam melestarikan bahasa dan budaya Jawa," katanya.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran. Setelah workshop, guru diharapkan menerapkan metode gembira dan asesmen yang telah dipelajari serta berbagi pengalaman dalam forum internal madrasah.
Melalui kegiatan ini, pembelajaran Bahasa Jawa diharapkan semakin hidup, kreatif, dan mampu menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa daerah.(frd)