Caption : Perjelas Jalur Evakuasi, Waka Sarpras Dukung Penguatan SPAB MTsN 6 Bantul
Bantul (MTsN 6 Bantul) — Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana terus dilakukan MTsN 6 Bantul melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pengecatan tiang penanda titik kumpul oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana (Waka Sarpras) pada Selasa (13/10).
Kegiatan ini bertujuan memperjelas keberadaan titik kumpul yang menjadi salah satu lokasi penting dalam prosedur evakuasi ketika terjadi bencana. Dengan penanda yang jelas, warga madrasah diharapkan lebih mudah mengenali lokasi berkumpul yang aman setelah melakukan evakuasi dari ruang kelas maupun bangunan lainnya.
Waka Sarpras menyampaikan bahwa pengecatan tiang titik kumpul merupakan bagian dari upaya mendukung kesiapan sarana dan prasarana madrasah dalam menghadapi situasi darurat.
“Pengecatan tiang titik kumpul ini bukan sekadar memperjelas penanda, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kami menyiapkan lingkungan madrasah yang lebih aman. Kami berharap seluruh warga madrasah mengetahui lokasi titik kumpul dan memahami pentingnya mengikuti prosedur evakuasi ketika terjadi bencana,” ungkapnya.
Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, turut menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, kesiapan menghadapi bencana tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas, tetapi juga harus disertai pemahaman dan kesadaran seluruh warga madrasah.
“Melalui program SPAB, kami ingin membangun budaya sadar bencana di lingkungan madrasah. Sarana pendukung harus disiapkan dengan baik, tetapi yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh warga madrasah mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat,” tutur Sugiyono.
Melalui langkah sederhana yang memiliki manfaat besar ini, MTsN 6 Bantul terus berupaya memperkuat penerapan SPAB. Penanda titik kumpul yang jelas diharapkan mendukung kelancaran evakuasi sekaligus menumbuhkan kesadaran warga madrasah untuk selalu siap, tanggap, dan sigap menghadapi potensi bencana. (Ist)