Caption : Kepala MTsN 6 Bantul Konsisten Terapkan Inovasi Cerdik Menyambut Kedatangan Siswa
Bantul (MTsN 6 Bantul) – Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, konsisten menerapkan inovasi Cegah Terlambat dengan Dialog dan Kasih (CERDIK) dalam menyambut kedatangan siswa di madrasah pada pagi hari. Hal tersebut tampak saat penyambutan siswa pada Selasa (6/10/2026). Para siswa disambut dengan hangat dan humanis. Selain mengajak bersalaman, Sugiyono juga mengamati ketertiban dan kedisiplinan siswa, mulai dari ketepatan waktu hadir, kerapian berpakaian, hingga kelengkapan penggunaan seragam dan sepatu.
Pada kesempatan tersebut, Sugiyono mendapati beberapa siswa yang kurang rapi dalam berpakaian. Di antaranya lengan baju yang dilinting serta penggunaan kaos kaki hitam yang tidak sesuai dengan aturan madrasah. Sugiyono mengedepankan pendekatan humanis, ramah, dan santun ketika memberikan teguran kepada siswa. Menurutnya, pendekatan tersebut lebih efektif dalam menyentuh emosional siswa sehingga pesan yang disampaikan dapat membekas dan mendorong siswa untuk tidak mengulangi pelanggaran.“Kami selalu mengedepankan sikap ramah, humanis, dan santun kepada siswa. Hal ini kami lakukan karena melalui pendekatan yang mengedepankan sikap ramah, humanis, dan santun inilah akan mampu menyentuh emosional siswa sehingga tidak akan mengulang pelanggaran lagi. Anak-anak akan lebih berkesan dengan nasihat yang disampaikan,” kata Sugiyono.
Salah satu siswa, Anugrah Athar Rizky, mengaku terkesan dengan cara kepala madrasah memberikan teguran. Ia mengapresiasi kepedulian Sugiyono terhadap kedisiplinan dan ketertiban siswa. “Saya sangat senang dengan cara kepala madrasah menegur saat tidak tertib dalam berpakaian. Tidak dengan nada marah dan benci, sehingga petuah beliau selalu membekas di hati dan selalu saya ingat-ingat,” kata Rizky. “Semua ini berkat adanya inovasi CERDIK,” imbuhnya.
Penerapan CERDIK menjadi salah satu upaya MTsN 6 Bantul dalam membangun budaya disiplin melalui pendekatan yang dekat, ramah, dan penuh kasih. Melalui kebiasaan tersebut, kedisiplinan siswa diharapkan tumbuh dari kesadaran dan keteladanan, bukan semata-mata karena takut terhadap teguran. (rin)