Caption : whorshop
Bantul (MTsN 6 Bantul) — Belajar tidak harus selalu serius dan kaku. Suasana penuh semangat justru mewarnai Workshop Penerapan Metode GEMBIRA dan Asesmen dalam Pembelajaran yang digelar MTsN 6 Bantul di ruang laboratorium komputer, Jumat (2/10). Kegiatan yang diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) tersebut menjadi ruang bersama untuk menguatkan pembelajaran yang bermakna, inspiratif, dan berkesadaran. Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, dalam sambutannya menyampaikan sosialisasi inovasi GEMBIRA (Guru Mengajar Bermakna, Inspiratif, dan Berkesadaran) sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.
Hadir membersamai kegiatan tersebut, Suhadi, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bantul, yang turut memberikan sambutan. Ia mengaku senang melihat MTsN 6 Bantul tetap berkomitmen menyelenggarakan workshop di tengah kesibukan madrasah. “Semoga dengan workshop ini pembelajaran semakin baik. Namun yang paling penting adalah bagaimana pembelajaran tersebut mampu mengantarkan murid untuk berprestasi,” pesannya.
Untuk memperkaya kegiatan, madrasah menghadirkan Setiawan Pujiyono sebagai narasumber. Mengawali paparannya, pria yang akrab disapa Pak Wawan tersebut langsung menguji pengetahuan peserta melalui permainan Kahoot yang disambut antusias oleh seluruh GTK. Tak berhenti pada teori, Pak Wawan juga mengajak peserta terlibat langsung dalam berbagai praktik penerapan metode GEMBIRA dan asesmen dalam pembelajaran. Interaksi dua arah, permainan, dan praktik membuat suasana workshop terasa hidup dan jauh dari kesan monoton. Tawa dan antusiasme peserta terus mengiringi kegiatan hingga sore hari, bahkan waktu terasa berlalu begitu cepat.
Melalui workshop ini, MTsN 6 Bantul menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan, dengan muara utama: mendorong setiap murid agar tumbuh, berkembang, dan mampu meraih prestasi. (agt)