Caption : Belajar Gembira, Bermain, dan Bermakna: Workshop di MTsN 6 Bantul Praktikkan Asesmen dengan Bola Voli
Bantul (MTsN 6 Bantul) — Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai Workshop Metode Gembira dan Asesmen Pembelajaran di MTsN 6 Bantul. Bertempat di Lab Komputer 1 MTsN 6 Bantul, Jumat (2/10) pukul 12.30 WIB, para peserta workshop diajak merasakan langsung bagaimana pembelajaran dapat berlangsung interaktif, menyenangkan, sekaligus tetap bermakna.
Workshop menghadirkan Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Setyawan Pujiono, sebagai narasumber. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, Setyawan mengajak peserta tidak hanya memahami konsep pembelajaran gembira secara teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung.
Salah satu praktik yang menarik perhatian peserta adalah penggunaan bola voli plastik sebagai media asesmen diagnostik. Bola dilemparkan secara bergantian kepada peserta. Peserta yang berhasil menangkap bola kemudian diminta menyebutkan satu kata yang berkaitan dengan materi gaya dalam pembelajaran IPA tingkat MTs.
Aktivitas sederhana tersebut sontak menciptakan suasana kelas yang cair. Peserta dituntut untuk berkonsentrasi, merespons dengan cepat, sekaligus mengingat kembali konsep yang telah dipelajari. Tanpa terasa, proses asesmen berlangsung dalam suasana bermain yang membuat peserta terlibat secara aktif.
Setyawan Pujiono menekankan bahwa pembelajaran gembira bukan sekadar membuat peserta didik tertawa atau bermain, melainkan menciptakan pengalaman belajar yang membuat mereka aktif, nyaman, terlibat, dan menemukan makna dari proses pembelajaran.
Melalui praktik tersebut, peserta workshop mendapatkan gambaran bahwa media sederhana pun dapat menjadi sarana untuk membangun interaksi sekaligus melakukan asesmen pembelajaran. Pembelajaran tidak harus selalu berlangsung dengan pola konvensional, tetapi dapat dikemas melalui aktivitas yang dekat dengan peserta didik.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya MTsN 6 Bantul dalam mengembangkan pembelajaran deep learning, yakni pembelajaran yang tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi mendorong peserta didik untuk mengalami, memahami, menghubungkan, dan memaknai pengetahuan yang diperoleh.
Dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, Setyawan Pujiono berhasil membawa peserta workshop pada satu pengalaman penting: bahwa belajar dapat menjadi aktivitas yang menggembirakan tanpa kehilangan kedalaman makna.(ist)