Dari Tangan Siswa, Harapan Baru Tumbuh di Lahan MTs Negeri 6 Bantul

Admin MTsN 6 Bantul - MTsN 6 Bantul
01 October 2026

Caption : Dari Tangan Siswa, Harapan Baru Tumbuh di Lahan MTs Negeri 6 Bantul

Bantul (MTs Negeri 6 Bantul)— Ada pembelajaran yang tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Di balik tanah yang digemburkan dan batang kemangi yang ditancapkan, tersimpan pelajaran tentang kerja sama, tanggung jawab, dan harapan. Hal tersebut tampak dalam kegiatan kelas 8E MTs Negeri 6 Bantul yang bahu-membahu menghidupkan batang kemangi melalui kegiatan penanaman di lahan madrasah, Kamis (1/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, siswa laki-laki mengambil peran menyiapkan lahan dengan membuat bedengan atau gundukan tanah yang berfungsi sebagai media tanam. Mereka bekerja bersama, mencangkul, mengumpulkan, dan menata tanah agar siap digunakan untuk menanam.

Sementara itu, siswa perempuan mengambil bagian dalam proses penanaman dengan menancapkan batang kemangi pada media tanam yang telah disiapkan. Dengan penuh kehati-hatian, setiap batang ditanam agar memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang menjadi tanaman baru.

Pembagian peran tersebut bukan sekadar pekerjaan teknis. Kegiatan ini menjadi gambaran sederhana bahwa sebuah tujuan dapat tercapai ketika setiap orang mengambil bagian sesuai kemampuan dan saling melengkapi.

Kepala MTs Negeri 6 Bantul, Sugiyono, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan sederhana seperti menanam dapat menjadi ruang pembelajaran karakter bagi peserta didik.

 “Anak-anak tidak hanya belajar bagaimana menanam, tetapi juga belajar bagaimana bekerja bersama, berbagi tugas, bertanggung jawab, dan merawat sesuatu yang mereka mulai. Dari sebuah batang kemangi, kita ingin menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus karakter gotong royong dalam diri mereka,” ungkap Sugiyono.

Menurutnya, pembelajaran yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari akan memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi siswa. Mereka dapat melihat secara langsung bahwa sebuah proses membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan perawatan.

Koordinator kokurikuler MTs Negeri 6 Bantul, Heisma Arya Demokrawati, mengungkapkan bahwa kegiatan menanam memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang pentingnya menjaga kehidupan.

“Dari setiap gerakan ada harapan untuk setiap kehidupan. Ketika tangan mereka menggemburkan tanah dan menancapkan batang kemangi, sebenarnya mereka sedang belajar menumbuhkan harapan. Tidak hanya berharap tanaman itu hidup, tetapi juga belajar bahwa sesuatu yang dirawat dengan kerja sama dan kesabaran akan memiliki kesempatan untuk tumbuh,” ungkap Heisma.

Kegiatan kelas 8E ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang menghubungkan siswa secara langsung dengan lingkungan. Tanah, batang tanaman, air, dan proses pertumbuhan menjadi media belajar yang sederhana, tetapi sarat makna.

Setiap gundukan tanah yang dibuat menjadi tempat bagi kehidupan baru. Setiap batang kemangi yang ditancapkan menjadi sebuah awal. Dari tangan-tangan siswa itulah proses kehidupan dimulai—perlahan, sederhana, tetapi penuh harapan.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang memahami teori, tetapi juga tentang bergerak, bekerja sama, merawat, dan belajar menghargai kehidupan.

Dari tanah yang disiapkan, batang yang ditancapkan, dan tangan yang saling membantu, kelas 8E belajar satu hal penting: setiap usaha kecil yang dilakukan bersama dapat menjadi awal tumbuhnya kehidupan yang lebih besar. (had).