Asah Kreativitas Digital, Bu Heisma Dampingi Kelompok 8F Mengemas Video Bermakna

Admin MTsN 6 Bantul - MTsN 6 Bantul
12 October 2026

Caption : Asah Kreativitas Digital, Bu Heisma Dampingi Kelompok 8F Mengemas Video Bermakna


Bantul (MTs Negeri 6 Bantul)– Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 8F MTs Negeri 6 Bantul terus menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif dan menyenangkan. Pada Senin (12/10/2026), Heisma Arya Demokrawati, S.Pd., selaku guru Bahasa Indonesia, memberikan arahan kepada salah satu kelompok siswa dalam proses pembuatan video bermain peran agar hasilnya dikemas secara menarik, runtut, dan nyaman dinikmati penonton.

Dalam pendampingan tersebut, siswa mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya menyusun alur cerita yang jelas, memilih dialog yang sesuai, memperhatikan ekspresi dan intonasi, serta mengatur pengambilan gambar agar pesan dalam video dapat tersampaikan dengan baik. Pemilihan sudut pengambilan gambar, kejernihan suara, pencahayaan, dan penyuntingan juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan tayangan yang menarik.

Bu Heisma menekankan bahwa membuat video bukan sekadar merekam adegan, melainkan mengolah ide menjadi sebuah karya yang memiliki pesan. Setiap anggota kelompok perlu memahami perannya, bekerja sama, dan saling memberikan masukan agar hasil akhir tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mudah dipahami oleh penonton.

“Video yang baik bukan hanya tentang gambar yang bagus, tetapi juga bagaimana cerita disampaikan dengan jelas, dialog terdengar, dan pesan dapat diterima oleh penonton. Karena itu, setiap anggota kelompok harus berkontribusi dan saling mendukung,” demikian arahan yang diberikan dalam proses pembelajaran.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan karakter siswa yang kreatif, kritis, komunikatif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital. Melalui proses perencanaan, perekaman, hingga penyuntingan, siswa belajar bahwa karya yang berkualitas membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kerja sama.

Pembelajaran tersebut juga terintegrasi dengan penguatan karakter Adiwiyata. Siswa didorong untuk menghadirkan pesan kepedulian lingkungan dalam karya mereka serta membiasakan perilaku hidup sehat, termasuk memilih jajanan pangan sehat yang tersedia di Kantin Sehat Hilal. Dengan demikian, video yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan inspirasi dan manfaat bagi penontonnya.

Kepala MTs Negeri 6 Bantul, Sugiyono, S.Pd., mengapresiasi pembelajaran yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas melalui media digital.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran perlu diarahkan untuk menghasilkan karya yang positif, mendidik, dan membangun karakter. Siswa diharapkan tidak hanya menjadi penikmat konten digital, tetapi juga mampu menjadi kreator yang bertanggung jawab dan menyampaikan pesan kebaikan kepada masyarakat.

Melalui pendampingan ini, kelas 8F membuktikan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus keterampilan digital. Setiap adegan yang dirancang, dialog yang diucapkan, dan gambar yang direkam menjadi bagian dari proses belajar untuk menghasilkan karya yang bermakna, menarik, dan layak dinikmati penonton. (had).