Kelas VII F MTsN 6 Bantul Jaga Adab, Berdoa dan Berterima Kasih Tanpa Disuruh

Admin MTsN 6 Bantul - MTsN 6 Bantul
07 October 2026

Caption : Kelas VII F MTsN 6 Bantul Jaga Adab, Berdoa dan Berterima Kasih Tanpa Disuruh

Bantul (MTsN 6 Bantul) — Pembiasaan adab dan kesopanan terus ditanamkan di kelas VII F MTsN 6 Bantul. Hal sederhana seperti berdoa sebelum makan dan mengucapkan terima kasih setelah menerima sesuatu menjadi bagian dari kebiasaan yang mulai tumbuh dalam keseharian siswa.

Hal tersebut tampak pada Rabu, 7 Oktober 2026, saat pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di kelas VII F. Sebelum menyantap makanan, seluruh siswa terlebih dahulu mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh ketua kelas, M. Fadhil. Dengan tertib, siswa mengikuti doa sebagai bentuk rasa syukur sebelum menikmati makanan yang telah diterima.

Pembiasaan adab tidak hanya terlihat ketika makan. Setelah mendapatkan materi dan pembelajaran dari guru, siswa juga menunjukkan sikap santun dengan mengucapkan terima kasih sebagai bentuk penghargaan atas ilmu dan pendampingan yang telah diberikan.

Bagi Novrita, wali kelas VII F, hal tersebut menjadi sesuatu yang membanggakan. Menurutnya, nilai-nilai kesopanan akan lebih bermakna ketika dilakukan atas kesadaran sendiri, bukan semata-mata karena perintah atau pengawasan guru.

“Yang membuat saya bangga bukan hanya karena anak-anak mau berdoa atau mengucapkan terima kasih, tetapi karena mereka mulai melakukannya tanpa harus selalu disuruh. Ini menunjukkan bahwa pembiasaan adab mulai tumbuh dari kesadaran mereka,” ungkap Novrita.

Pembiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi karakter yang melekat dalam diri siswa, baik ketika berada di madrasah maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat. Berdoa sebelum makan, menghargai orang yang memberikan ilmu, serta mengucapkan terima kasih merupakan bentuk pendidikan karakter yang terus dibangun melalui kebiasaan sehari-hari.

Kelas VII F pun terus diarahkan menjadi kelas yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memiliki adab, kesantunan, kepedulian, dan rasa syukur. Bagi wali kelas, ketika siswa mulai mampu melakukan kebaikan tanpa harus diperintah, di situlah pembiasaan mulai berubah menjadi karakter.(nov)