Caption : Kelas 8E MTsN 6 Bantul Tanam Kemangi dengan Teknik Stek di Lahan Life Skill
Bantul (MTsN 6 Bantul) — Rangkaian pengolahan lahan life skill MTs Negeri 6 Bantul berlanjut pada kegiatan penanaman tanaman kemangi dengan teknik stek. Setelah sebelumnya dilakukan penggemburan tanah dan pemupukan, siswa kelas 8E bersama Heisma Arya Demokrawati selaku Ketua Koordinator Kokurikuler MTsN 6 Bantul mulai memanfaatkan lahan tersebut untuk praktik budidaya tanaman, Kamis (1/10/2026).
Penanaman kemangi dilakukan dengan metode stek, yaitu memanfaatkan bagian batang tanaman untuk dikembangkan menjadi tanaman baru. Teknik sederhana tersebut menjadi pengalaman belajar langsung bagi siswa untuk mengenal salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif.
Siswa kelas 8E terlibat dalam proses penanaman secara berkelompok. Mereka mempersiapkan lahan yang telah diolah, memilih dan menyiapkan batang kemangi untuk stek, kemudian menanamnya pada media tanah yang sebelumnya telah digemburkan dan diberi pupuk.
Heisma Arya Demokrawati menjelaskan bahwa pemilihan kemangi dan teknik stek memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui praktik sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Anak-anak tidak hanya belajar bahwa tanaman bisa ditanam dari biji. Kali ini mereka mengenal teknik stek dengan memanfaatkan batang kemangi. Dari proses ini mereka belajar bahwa satu tanaman dapat dikembangkan kembali melalui cara yang sederhana, sekaligus belajar teliti, sabar, dan bertanggung jawab dalam merawatnya,” ujar Heisma.
Menurut Heisma, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan lahan life skill sebagai ruang pembelajaran terbuka. Setiap tahapan, mulai dari pengolahan tanah, pemupukan, penanaman hingga perawatan, diharapkan memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa.
Kepala MTs Negeri 6 Bantul, Sugiyono, S.Pd., mengapresiasi kegiatan yang melibatkan siswa secara langsung dalam pemanfaatan lingkungan madrasah. “Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman nyata. Ketika mereka sendiri yang mengolah tanah, menanam, dan kemudian merawat tanaman, akan tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab. Pembelajaran seperti ini sederhana, tetapi nilai yang diperoleh sangat besar,” tutur Sugiyono.
Setelah penanaman, siswa kelas 8E akan melanjutkan kegiatan dengan melakukan perawatan dan pengamatan terhadap pertumbuhan stek kemangi. Penyiraman, pemantauan kondisi tanaman, serta menjaga kebersihan lahan menjadi bagian dari tanggung jawab siswa.
Kegiatan budidaya kemangi dengan teknik stek tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa lahan life skilldapat dikembangkan sebagai laboratorium pembelajaran yang hidup. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang tanaman, tetapi juga belajar tentang proses, ketekunan, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan. (had).