Caption : foto pembelajaran
Bantul (MTs Negeri 6 Bantul) – Pembelajaran Bahasa Indonesia di MTs Negeri 6 Bantul tidak berhenti pada pemahaman teori. Sebagai tugas akhir pembelajaran materi puisi rakyat, siswa kelas 7A menuangkan pemahaman dan kreativitas mereka melalui karya mading puisi rakyat pada Senin (05/10).
Dalam mading tersebut, siswa menampilkan berbagai bentuk puisi rakyat, seperti pantun, syair, dan gurindam, yang dikemas dengan tampilan kreatif dan menarik. Proses pengerjaan juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk bekerja sama, mulai dari menentukan konsep, menyusun karya, hingga menghias dan menata mading.
Guru Bahasa Indonesia, Novara Lusy Andini, menyampaikan bahwa mading menjadi bentuk asesmen sekaligus apresiasi terhadap hasil belajar siswa. “Melalui tugas akhir ini, siswa tidak hanya memahami materi puisi rakyat, tetapi juga belajar menuangkan gagasan, bekerja sama, dan menyajikan hasil karya secara kreatif,” ungkapnya.
Kepala MTs Negeri 6 Bantul, Sugiyono, mengapresiasi karya yang dihasilkan siswa. Menurutnya, pembelajaran akan lebih bermakna ketika siswa diberikan kesempatan untuk menghasilkan karya nyata. “Karya siswa perlu diberikan ruang untuk diapresiasi. Kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kreativitas, tanggung jawab, dan rasa percaya diri siswa,” tuturnya.
Melalui mading puisi rakyat, siswa MTs Negeri 6 Bantul membuktikan bahwa pembelajaran sastra dapat dikemas secara kreatif dan menyenangkan. Kata-kata yang dipelajari di kelas pun berhasil mereka sulap menjadi karya yang dapat dinikmati dan diapresiasi warga madrasah. (vha)