Caption : Dukung Adiwiyata, Siswa MTsN 6 Bantul Tuangkan Kepedulian Lingkungan dalam Puisi Rakyat
Bantul (MTsN 6 Bantul) — Belajar Bahasa Indonesia tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Siswa MTsN 6 Bantul memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi dalam pembelajaran menulis puisi rakyat , sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan aktivitas sederhana, yaitu membersihkan dan merapikan taman di depan kelas. Sambil beraktivitas, siswa diajak mengamati kondisi lingkungan di sekitarnya. Berbagai hal yang mereka lihat dan rasakan kemudian menjadi bahan untuk menggali ide dalam menulis puisi rakyat bertema lingkungan.
Dalam pembelajaran tersebut, siswa dapat menuangkan pesan tentang kebersihan, keindahan alam, dan kepedulian terhadap lingkungan melalui karya seperti pantun. Dengan demikian, materi menulis puisi rakyat tidak hanya dipahami secara teori, tetapi dipraktikkan berdasarkan pengalaman nyata yang mereka alami sendiri.
Guru Bahasa Indonesia MTsN 6 Bantul, Novara Lusy Andini, mengatakan bahwa lingkungan dapat menjadi sumber inspirasi yang dekat dengan kehidupan siswa. "Saya mencoba mengaitkan materi menulis puisi rakyat dengan lingkungan sekitar. Setelah membersihkan taman, siswa bisa mengamati, menemukan ide, lalu menuangkannya menjadi pantun bertema lingkungan. Jadi, mereka belajar Bahasa Indonesia sekaligus belajar mencintai lingkungan,” tuturnya.
Pembelajaran seperti ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Adiwiyata di MTsN 6 Bantul. Pesan-pesan menjaga lingkungan tidak hanya disampaikan melalui kegiatan kebersihan, tetapi juga dihidupkan dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar bahwa sebuah karya sastra dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan positif. Pantun yang mereka tulis bukan sekadar memenuhi tugas pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi ajakan sederhana untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. (vha)