Berbalut Busana Jawa, Pelantikan OSIM MTsN 6 Bantul Jadi Momen Istimewa!

Admin MTsN 6 Bantul - MTsN 6 Bantul
09 October 2026

Caption : Berbalut Busana Jawa, Pelantikan OSIM MTsN 6 Bantul Jadi Momen Istimewa!

Bantul (MTsN 6 Bantul) – Nuansa budaya Jawa mewarnai upacara pelantikan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 6 Bantul Tahun Ajaran 2026/2027 yang dilaksanakan pada Kamis (9/10). Seluruh peserta upacara tampil anggun dan berwibawa mengenakan busana Jawa gagrak Ngayogyakarta Hadiningrat, menghadirkan suasana khidmat sekaligus meneguhkan kecintaan terhadap budaya lokal. Siswa kelas VIII E bertugas sebagai petugas upacara, sementara Joko Setiawan bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Joko menekankan pentingnya menanamkan dan melaksanakan karakter tanggung jawab, khususnya bagi para pengurus OSIM yang akan mengemban amanah organisasi. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab harus diwujudkan melalui kedisiplinan, kesungguhan menjalankan tugas, serta kesediaan menjadi teladan bagi teman-temannya.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus OSIM MTsN 6 Bantul Tahun Ajaran 2026/2027 oleh Kepala Madrasah, Sugiyono. Prosesi ini menjadi momentum penting bagi para pengurus terpilih untuk memulai tugas dan pengabdian mereka dalam mendukung berbagai kegiatan kesiswaan. Pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan juga peneguhan komitmen untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun budaya organisasi yang positif di lingkungan madrasah.

Selaku Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, menyampaikan harapan agar pengurus OSIM yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, jujur, dan disiplin. Ia menegaskan bahwa OSIM merupakan wadah pembelajaran kepemimpinan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus berkontribusi bagi kemajuan madrasah. Melalui pelantikan yang dikemas dalam balutan busana Jawa ini, MTsN 6 Bantul tidak hanya menanamkan nilai kepemimpinan dan tanggung jawab, tetapi juga memperkuat karakter siswa yang berbudaya, berintegritas, dan siap menjadi generasi penerus bangsa. (agt)