Jam Terakhir Tetap Seru, Siswa VII F MTsN 6 Bantul Bermain Game Perkalian

Admin MTsN 6 Bantul - MTsN 6 Bantul
05 October 2026

Caption : kegiatan siswa belajar

Bantul (MTsN 6 Bantul) --- Jam pelajaran terakhir tidak menjadi alasan bagi siswa kelas VII F MTsN 6 Bantul untuk kehilangan semangat belajar matematika. Melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP), siswa diajak mengikuti permainan interaktif yang sekaligus melatih kemampuan dasar perkalian.

Begitu permainan dimulai, perhatian siswa langsung tertuju pada layar IFP. Mereka mengikuti tantangan perkalian dengan antusias, berusaha menjawab soal dengan tepat sekaligus cepat. Suasana kelas yang sebelumnya mulai lelah berubah menjadi lebih aktif karena siswa merasa tertantang untuk menyelesaikan permainan.

Kegiatan tersebut tidak sekadar ditujukan untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan. Permainan juga dirancang untuk melatih kembali kemampuan dasar perkalian siswa. Guru memanfaatkan aktivitas tersebut untuk melihat sejauh mana siswa menguasai perkalian sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk berlatih secara berulang.

Berdasarkan pengamatan guru selama proses pembelajaran, masih terdapat siswa kelas VII F yang belum lancar melakukan perkalian. Beberapa siswa membutuhkan waktu cukup lama untuk menentukan hasil perkalian sederhana. Kondisi tersebut bukan berarti siswa tidak mampu belajar matematika, tetapi menunjukkan bahwa kemampuan dasar tersebut masih perlu dilatih secara rutin.

Perkalian merupakan salah satu kemampuan dasar yang sangat penting dalam pembelajaran matematika. Kemampuan tersebut akan digunakan ketika siswa mempelajari berbagai materi berikutnya, mulai dari operasi hitung, pecahan, aljabar, hingga materi matematika yang lebih kompleks.

Karena itu, guru menghadapi tantangan untuk membantu siswa menguatkan kemampuan perkalian tanpa membuat mereka merasa sedang menjalani latihan yang monoton. Salah satu cara yang dilakukan adalah mengubah latihan menjadi aktivitas permainan.

Pemanfaatan IFP memberikan peluang bagi guru untuk menghadirkan bentuk latihan yang lebih variatif. Siswa dapat melihat soal secara langsung melalui layar, memberikan respons, serta mengikuti permainan dengan suasana yang lebih interaktif. Unsur permainan membuat siswa terdorong untuk mencoba kembali ketika jawabannya belum tepat.

Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, S.Pd., mengapresiasi upaya guru dalam memanfaatkan teknologi untuk menguatkan kemampuan dasar siswa.

"Teknologi sebaiknya tidak hanya digunakan untuk membuat pembelajaran terlihat modern, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk membantu siswa belajar. Permainan seperti ini dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk melatih kemampuan dasar, terutama perkalian yang menjadi bekal penting dalam matematika," ungkap Sugiyono.

Menurutnya, kreativitas guru dalam mengemas pembelajaran menjadi salah satu faktor penting agar siswa tetap memiliki semangat belajar, termasuk ketika pembelajaran berlangsung pada jam terakhir.

Antusiasme siswa juga terlihat ketika mereka saling memberikan dukungan kepada teman. Ada yang berusaha menghitung lebih cepat, ada pula yang mengingatkan hasil perkalian yang pernah dipelajari. Secara tidak langsung, kegiatan tersebut menciptakan kesempatan bagi siswa untuk belajar bersama.

Bagi guru, kegiatan ini sekaligus menjadi pemetaan sederhana terhadap kemampuan siswa. Dari respons siswa selama permainan, guru dapat mengetahui bagian mana yang sudah dikuasai dan siswa mana yang masih membutuhkan pendampingan atau latihan lebih lanjut.

Pembelajaran melalui game juga menunjukkan bahwa penggunaan teknologi tidak harus selalu digunakan untuk menyampaikan materi baru. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan dasar yang masih perlu dikuasai siswa.

Melalui permainan perkalian berbasis IFP ini, siswa diharapkan semakin terampil, cepat, dan percaya diri dalam melakukan perkalian. Kemampuan dasar yang kuat akan menjadi bekal penting untuk menghadapi materi matematika selanjutnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya MTsN 6 Bantul untuk terus mengembangkan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi. Dengan menggabungkan teknologi, permainan, dan latihan yang terarah, matematika diharapkan tidak lagi terasa membosankan, bahkan ketika pembelajaran berlangsung pada jam terakhir.

Pada akhirnya, belajar matematika bukan hanya tentang mendapatkan jawaban yang benar, tetapi juga tentang membangun kebiasaan berpikir, berlatih, dan mencoba kembali. Melalui game interaktif, belajar perkalian pun dapat menjadi pengalaman yang gembira sekaligus bermakna bagi siswa VII F MTsN 6 Bantul.(nov)