Caption : Tim Smart Bin E-Tilang MTsN 6 Bantul Terus Matangkan Prototipe
Bantul (MTsN 6 Bantul) - Perjuangan tim peneliti SMART BIN E-TILANG MTsN 6 Bantul terus berlanjut setelah berhasil masuk 30 besar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026. Memasuki tahap persiapan presentasi hasil penelitian, para siswa semakin antusias mencermati rancangan penelitian yang telah dibuat sekaligus mematangkan materi yang akan dipresentasikan dan dituangkan dalam laporan penelitian.
Pembimbingan untuk tahap 30 besar ini dilaksanakan mulai Rabu, 7 Oktober 2026. Meskipun pembimbingan dapat dilakukan secara offline maupun online dari seluruh Indonesia, MTsN 6 Bantul memilih pembimbingan secara online. Pilihan tersebut dilakukan agar proses pendampingan dapat berlangsung secara fleksibel sekaligus memberikan kesempatan kepada tim untuk lebih fokus mematangkan penelitian dan menyiapkan materi yang akan dilaporkan.
Tim peneliti yang terdiri atas Dwi Nur Hayati, Nasywa Hanun Hanifah, dan Nurul Khasanah tersebut berada pada Bidang Riset Transformasi Digital jenjang Madrasah Tsanawiyah. Novrita, Koordinator Riset MTsN 6 Bantul, yang sekaligus memberikan pembimbingan dalam proses pengembangan dan penyempurnaan penelitian.
Dalam kegiatan pembimbingan, para siswa tampak antusias mencermati kembali rancangan penelitian. Mereka mendiskusikan perkembangan penelitian, mengevaluasi bagian yang masih perlu diperbaiki, serta mematangkan materi yang nantinya akan menjadi bagian dari laporan penelitian dan bahan presentasi.
Saat ini, tim memasuki tahap penting, yaitu merakit tempat sampah pintar Smart Bin E-Tilang. Perakitan alat menjadi bagian dari proses penelitian untuk mewujudkan rancangan yang telah disusun ke dalam bentuk prototipe yang dapat diuji dan dikembangkan lebih lanjut.
Dalam proses perakitan, para peneliti menggunakan beberapa komponen, antara lain ESP32S3, baterai, sensor ToF (Time of Flight), dan rangkaian pembagi tegangan. Setiap komponen dipelajari dan dirangkai secara bertahap agar dapat mendukung sistem kerja Smart Bin E-Tilang sesuai dengan rancangan penelitian.
Novrita sebagai Koordinator Riset terus memberikan arahan agar siswa tidak hanya fokus pada pembuatan alat, tetapi juga memahami setiap proses penelitian yang dilakukan. Siswa diarahkan untuk mampu menjelaskan latar belakang, tujuan, metode, proses pembuatan, hingga hasil yang nantinya diperoleh dari penelitian.
"Masuk 30 besar bukan akhir dari proses. Anak-anak perlu semakin memahami penelitian yang mereka lakukan, karena pada tahap berikutnya mereka harus mampu mempertanggungjawabkan hasil penelitian melalui laporan dan presentasi. Karena itu, kami terus mematangkan materi sekaligus prototipe yang sedang dikembangkan," ujar Novrita.
Pembimbingan yang dilakukan secara online tidak mengurangi semangat siswa dalam mengembangkan penelitian. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk melakukan diskusi, mengevaluasi perkembangan penelitian, serta memastikan setiap tahapan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Bagi tim Smart Bin E-Tilang, masuknya penelitian mereka ke dalam 30 besar OMI menjadi motivasi untuk bekerja lebih serius. Tahapan selanjutnya tidak hanya menuntut kemampuan siswa dalam memahami penelitian, tetapi juga kemampuan menjelaskan proses, hasil, dan inovasi yang telah dikembangkan melalui presentasi.
Dengan pembimbingan yang intensif dan proses perakitan prototipe yang terus dilakukan, tim Smart Bin E-Tilang MTsN 6 Bantul berupaya mematangkan penelitian sebelum memasuki tahap presentasi. Semangat, ketelitian, kerja sama, dan ketekunan menjadi bekal penting bagi para siswa untuk memberikan hasil terbaik dalam ajang OMI 2026. (Nov)