Langkah Konkret Pendidikan Karakter, MTsN 9 Bantul Matangkan KBC Jelang Uji Publik

Admin MTsN 9 Bantul - MTsN 9 Bantul
22 May 2026

Caption : Langkah Konkret Pendidikan Karakter, MTsN 9 Bantul Matangkan Kurikulum Berbasis Cinta Jelang Uji Publik

 

Bantul (MTsN 9 Bantul) – MTsN 9 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang humanis dan berkarakter melalui penyusunan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Sebelum memasuki tahapan uji publik, madrasah menggelar kegiatan review dan evaluasi draf kurikulum yang berlangsung di perpustakaan MTsN 9 Bantul, Jumat (22/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sub Koordinator Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag DIY, Anita Isdarmini, Pengawas Madrasah Kabupaten Bantul, Ening Yuni Soleh Astuti, Kepala MTsN 9 Bantul Siti Solichah, Kepala Tata Usaha Siti Arifah, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan.

Review kurikulum dilakukan secara intensif sebagai langkah pemantapan sebelum Kurikulum Berbasis Cinta dibawa ke tahap uji publik. Dalam forum tersebut, berbagai komponen kurikulum dibedah dan dievaluasi agar tetap selaras dengan standar pendidikan nasional sekaligus mampu menguatkan nilai empati, etika, kasih sayang, dan karakter peserta didik.

Sub Koordinator Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag DIY, Anita Isdarmini, mengapresiasi langkah inovatif MTsN 9 Bantul dalam menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih holistik.

“Kurikulum Berbasis Cinta menjadi terobosan yang sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Anak-anak tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga ruang belajar yang menanamkan welas asih, etika, dan kepedulian sosial,” ungkapnya.

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan menjadi bagian penting agar konsep besar Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan secara nyata dalam pembelajaran di kelas, mulai dari perangkat ajar, e-modul, hingga pola interaksi guru dan siswa.

Diskusi berlangsung aktif dengan melibatkan seluruh guru dan tenaga kependidikan. Beberapa poin utama yang menjadi perhatian meliputi integrasi nilai-nilai karakter dalam seluruh mata pelajaran, penyusunan instrumen penilaian karakter, penguatan literasi digital beretika, serta pengembangan pembelajaran interaktif dan bermakna bagi peserta didik Fase D.

Kepala MTsN 9 Bantul, Siti Solichah, menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta dirancang untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik secara utuh.

“Kami ingin menghadirkan pendidikan yang mampu menyentuh hati siswa. Kurikulum ini bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi menjadi arah bagaimana madrasah membangun generasi yang cerdas, berakhlak, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial,” jelasnya.

Setelah tahap review selesai, tim kurikulum MTsN 9 Bantul akan melakukan penyempurnaan draft sebelum memasuki tahapan uji publik yang melibatkan komite madrasah, wali murid, tokoh masyarakat, serta praktisi pendidikan.

Melalui langkah konkret ini, MTsN 9 Bantul berharap Kurikulum Berbasis Cinta dapat menjadi inovasi pendidikan yang mampu melahirkan generasi Rahmatan lil ‘alamin, unggul dalam akademik, kuat dalam karakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. (wwt)