Prosesi Penyerahan Murid MAN 4 Bantul Dibuka dengan Kirab Budaya Penuh Filosofi

Admin MAN 4 Bantul - MAN 4 Bantul
06 May 2026

Caption : Prosesi Penyerahan Murid MAN 4 Bantul Dibuka dengan Kirab Budaya Penuh Filosofi

Bantul (MAN 4 Bantul) – Suasana berbeda dan penuh nuansa budaya mewarnai prosesi penyerahan kembali murid kelas XII MAN 4 Bantul kepada orang tua/wali yang digelar di Ballroom Grand Rohan Hotel pada Rabu (06/05/2026). Sebelum acara inti dimulai, seluruh tamu undangan disuguhkan prosesi kirab unik yang menghadirkan perpaduan nilai tradisi, seni, dan penghormatan bagi para murid yang telah menyelesaikan pendidikan di madrasah.

Prosesi kirab dimulai dari area luar ballroom menuju ruang utama acara. Dengan iringan alunan gamelan yang mengalun syahdu, suasana terasa semakin khidmat dan penuh makna. Nuansa budaya Jawa yang kental memberikan kesan mendalam bagi seluruh hadirin.

Kirab diawali oleh penampilan para penari dari Srikandi MAN 4 Bantul yang tampil anggun dan memukau. Gerakan tari yang lembut berpadu dengan musik gamelan menciptakan suasana sakral sekaligus elegan sebagai pembuka prosesi.

Di belakang para penari, barisan Tim Tonti MAN 4 Bantul berjalan dengan penuh disiplin dan kekompakan, menambah kesan megah dalam rangkaian kirab tersebut. Selanjutnya, rombongan pimpinan madrasah memasuki ballroom, diawali oleh Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, bersama Kepala Tata Usaha.

Prosesi kemudian dilanjutkan oleh para wakil kepala madrasah bidang kurikulum, kesiswaan, humas, dan sarana prasarana. Setelah itu, para wali kelas XII F1 hingga XII F5 turut berjalan memasuki ruangan dengan penuh kebanggaan mendampingi murid-muridnya.

Puncak kirab ditandai dengan masuknya murid kelas XII dari kelas F1 hingga F5 secara bergantian. Dengan langkah tertib dan wajah penuh haru, para murid berjalan memasuki ballroom disambut tepuk tangan para wali murid dan tamu undangan.

Kirab tersebut tidak hanya menjadi pembuka acara, tetapi juga simbol perjalanan panjang para murid selama menempuh pendidikan di MAN 4 Bantul. Perpaduan budaya tradisional dan prosesi akademik menjadikan momen ini terasa lebih sakral dan berkesan.

Ketua panitia kegiatan, Agung Wicaksono, menyampaikan bahwa konsep kirab sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda sekaligus memperkuat nilai budaya dalam momen kelulusan. “Kami ingin menghadirkan prosesi yang tidak hanya formal, tetapi juga memiliki nilai seni, budaya, dan makna mendalam. Kirab ini menjadi simbol penghormatan kepada para murid atas perjuangan mereka selama belajar di MAN 4 Bantul. Dengan iringan gamelan dan unsur tradisional, kami berharap momen ini menjadi kenangan indah yang tidak terlupakan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya prosesi kirab dengan baik dan penuh kekhidmatan.

Melalui prosesi unik ini, MAN 4 Bantul kembali menunjukkan kreativitasnya dalam menghadirkan kegiatan yang sarat makna. Penyerahan kembali murid kelas XII bukan hanya menjadi seremoni perpisahan, tetapi juga perayaan perjalanan pendidikan yang dipadukan dengan kekayaan budaya dan nilai kebersamaan. (lel/ica)