Guru MAN 4 Bantul Ikuti Workshop Pencegahan Radikalisme di Bantul

Admin MAN 4 Bantul - MAN 4 Bantul
12 May 2026

Caption : Guru MAN 4 Bantul Ikuti Workshop Pencegahan Radikalisme di Bantul

Bantul (MAN 4 Bantul) – Upaya membangun generasi pelajar yang moderat dan memiliki ketahanan terhadap paham ekstremisme terus digencarkan di Kabupaten Bantul. Salah satunya melalui kegiatan Workshop Pencegahan Ekstremisme dan Radikalisme Berbasis Agama menuju Terbentuknya Da’i Sebaya sebagai Agen Moderasi dan Ketahanan Pelajar yang digelar pada Selasa (12/05/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Joglo Ageng, Rumah Makan Waroeng Omah Sawah, Timbulharjo, Sewon, Bantul. Workshop diikuti oleh berbagai unsur pendidikan tingkat SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Bantul, termasuk perwakilan dari MAN 4 Bantul.

Dalam kegiatan tersebut, MAN 4 Bantul diwakili oleh guru Pendidikan Agama Islam, Yasin Syafii Azami. Workshop menghadirkan berbagai materi penting terkait penguatan moderasi beragama di kalangan pelajar, pembentukan da’i sebaya, hingga pemahaman tentang pola dan skema penyebaran radikalisme serta ekstremisme berbasis agama.

Acara ini juga melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah dan lembaga pendidikan, mulai dari Bupati Bantul, Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Balai Dikmen Bantul, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bantul, hingga kepala sekolah dan kepala madrasah dari berbagai SMA, SMK, dan MA di wilayah Bantul.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang sehat, terbuka, dan toleran agar murid memiliki pemahaman agama yang damai serta tidak mudah terpengaruh paham ekstrem. Program pembentukan da’i sebaya dinilai menjadi salah satu langkah strategis karena pendekatan antarpelajar dianggap lebih efektif dalam membangun budaya moderasi.

Yasin Syafii Azami menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi pendidik tentang pentingnya penguatan karakter moderat di lingkungan sekolah dan madrasah. “Workshop ini sangat penting karena memberikan pemahaman kepada pendidik tentang bagaimana membangun ketahanan murid terhadap paham radikalisme dan ekstremisme. Pembentukan da’i sebaya juga menjadi langkah positif agar pelajar dapat saling mengingatkan dan menebarkan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan mereka,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa lingkungan madrasah memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang religius, toleran, dan mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Kegiatan workshop berlangsung interaktif dengan diskusi dan tukar pengalaman antar peserta dari berbagai lembaga pendidikan. Para peserta juga diajak memahami strategi pencegahan dini terhadap penyebaran paham intoleran di kalangan pelajar.

Keikutsertaan MAN 4 Bantul dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam mendukung pendidikan karakter dan moderasi beragama. Melalui pembinaan yang tepat, madrasah berharap mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sikap toleran, bijak, dan cinta damai. (lel/ica)